Minggu, November 04, 2012
IDB

BANDUNG-(IDB) : Industri pertahanan dalam negeri menunjukkan geliatnya lewat beberapa
produk yang mulai mendunia.Diantara produk yang masih sedikit itu,nama
Panser 6x6 Anoa menjadi salah satu produk alat utama sistem senjata
(alutsista) lokal yang menjadi andalan.
Kehandalan kendaraan
lapis baja ini sudah diakui dunia.Bahkan,pasukan penjaga perdamaian PBB
menggunakan kendaraan ini untuk misinya di beberapa negara konflik.
Sejumlah negara juga mulai tertarik untuk membelinya.Sebut saja
Malaysia,misalnya.Negeri Jiran itu memesan puluhan Anoa yang diproduksi
PT Pindad. Di dalam negeri,TNI Angkatan Darat sudah memesan sekitar 200
unit Anoa dalam beberapa tahap. Sekarang ini produksi terus dikebut
untuk memenuhi seluruh pesanan itu.
Keberhasilan Anoa tidak
dicapai dalam waktu yang singkat.PT Pindad mulai membuat prototype
kendaraan anti peluru ini sejak darurat militer di Aceh. Kepala
Sekretariat Perusahaan PT Pindad Iwan Kusdiana,mengatakan pada saat
operasi militer di Aceh, ada peristiwa di mana truk pengangkut prajurit
TNI kecelakaan yang menewaskan anggota. Dari peristiwa itu,salah seorang
petinggi TNI menanyakan kesanggupan Pindad untuk membuat kendaraan
angkut yang lebih aman. Tantangan itu dijawab dengan lahirnya prototype
berupa kendaraan angkut hasil modifikasi truk pengangkut.
Truk
biasa itu dibuatkan penutup di sisisisinya untuk lebih melindungi
prajurit. Kendaraan itu terus dikembangkan hingga pada periode 2000-an
lahirlah Panser 6x6 yang dinamai Anoa.“Saat itu varian APC (kendaraan
angkut personel),”katanya,Selasa (16/10) lalu. PT Pindada terus
mengembangkan Anoa.Kini telah ada beberapa varian Panser yang
diproduksi. Diantaranya,angkut personel,ambulans,recovery, komando,dan
angkut logistik. Panser itu dibuat menggunakan bahan lokal untuk lapisan
baja. Sedangkan mesin masih harus mendatangkan dari luar negeri.
“Mesin
kita beli sesuai pesanan,bisa Renault bisa Mercedes,”katanya. Pihaknya
terpaksa membeli mesin dari luar negeri setelah kerja sama pengadaan
mesin dari dalam negeri kandas.Saat itu,PT Pindad menjalin kerja sama
dengan Texmaco untuk pemasok mesin. “Tapi berhubung Texmaco kolaps, kita
beli dari luar negeri.Ke depan kalau ada industri di tanah air yang
bisa menyediakan mesin sekelas yang kita gunakan,pasti kita gunakan dari
dalam negeri,” sebut dia.
PT Pindad membanderol harga per unit
Panser Anoa dalam kisaran Rp8 miliar, tergantung spesifikasi yang
dipesan. Kerja keras PT Pindad membuahkan hasil sepadan. Anoa menjadi
produk alutsista laris karena terbukti handal.Bahkan, Anoa menjadi ikon
dari alutsista produksi dalam negeri,selain senapan serbu yang juga
dihasilkan PT Pindad. Dalam Indo Defence V 2012 Expo and Forum,7-10
November nanti di Jakarta, Panser 6x6 Anoa menjadi ikon dari alutsista
produksi Indonesia yang dipamerkan.
“Anoa sudah teruji di
internasional dalam misi PBB,”kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie
Sjamsoeddin. Pada ajang itu,Anoa akan bersanding dengan berbagai
alutsista yang diproduksi puluhan negara yang turut serta.Tercatat
sekitar 50 negara dari lima benua akan turut serta dengan lebih dari 600
perusahaan. “Bahkan akan ada 25 paviliun negara dan akan hadir sebanyak
tujuh menteri pertahanan dan panglima, wakil menteri pertahanan, serta
pejabat-pejabat pertahanan dan militer dari lima benua,”lanjut Sjafrie.
Penampilkan
sejumlah produk pertahanan andalan yang diproduksi perusahaan milik
negara maupun swasta dengan ikon Anoa ini, menurut Sjafrie,merupakan
wujud konkret era kebangkitan industri pertahanan dalam negeri. Lewat
pameran itu, diharapkan bakal memacu penjualan alutsista lokal di pasar
internasional.