C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Kamis, April 26, 2012
AS Kirim Empat Kapal Penyapu Ranjau ke Teluk Persia
Pesawat Tempur Pakistan Paksa Pesawat NATO Mendarat
UEA Kembali Berulah Provokatif Terhadap Iran
Berita Foto : Kapal Perang Prancis Berlabuh di Makassar
Kemhan Sosialisasikan Mekanisme Pengadaan Alutsista
Tim Ekspedisi Khatulistiwa Belum Menemukan Pergeseran Patok Perbatsan
"Selama perjalanan penjelajahan Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 ini, belum ada patok perbatasan yang ditemukan bergeser atau hilang," kata Danjen Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya yang juga Komandan Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012, di Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, Rabu.
Danjen Kopassus mengatakan, Tim Ekspedisi Khatulistiwa yang melakukan perjalanan menjelajahi wilayah perbatasan selama ini belum melaporkan adanya temuan seperti itu.
"Mudah-mudahan para peserta Tim Ekspedisi segera melaporkan apabila menemukan adanya patok-patok yang bergeser atau hilang di perbatasan," katanya.
Sedangkan Wakil Komandan Sub Koordinator Wilayah 5 Nunukan Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 Mayor Inf Achiruddin mengatakan, penjelajahan perbatasan Indonesia-Malaysia di wilayah utara Kabupaten Nunukan selama ini yang ditemukan hanya beberapa patok yang tertimbun tanah atau bergeser akibat longsor.
Patok-patok yang tertimbun tanah tersebut berada di sepanjang Kanduangan, Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan.
"Selama penjelajahan di wilayah perbatasan dari Pulau Sebatik sampai Sei Menggaris, belum ada patok yang ditemukan bergeser atau pun hilang, yang ada hanya tidak kelihatan karena tertimbun tanah atau longsoran tanah," katanya di Sei Menggaris.
Ia menambahkan, masa penjelajahan masih akan menempuh perjalanan menuju Kecamatan Lumbis dan berakhir di Kecamatan Krayan yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia, dan tidak tertutup kemungkinan Tim akan menemukan patok-patok perbatasan yang sudah bergeser.
Achiruddin mengsinyalir kalau pun ada patok perbatasan yang bergeser, mungkin karena faktor alam seperti longsor.
Ekspedisi Khatulistiwa Jelajahi Daerah Sepanjang Perbatasan
"Pada intinya, misi dari pada Ekspedisi Khatulistiwa 2012 ini adalah ingin melestarikan wilayah perbatasan NKRI," kata Mayor Inf Achiruddin, Wakil Komandan (Wadan) Sub Koordinator Wilayah 5 Nunukan di Sei Menggaris, Nunukan, Rabu.
Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 akan melaksanakan berbagai kegiatan di tiga kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia di Kaltim, yakni Nunukan, Kutai Barat dan Malinau dengan panjang wilayah perbatasan 1.038 kilometer.
Tim itu terdiri dari 212 anggota Kopassus, 45 personel Kostrad, 96 personel Raider, 39 Marinir TNI AL, 50 personel Paskhas TNI AU, 10 personel Dittopad, delapan personel Penerbad, 11 Disiarahad, satu orang Dispenad, satu Pusiarah TNI, 48 dari unsur mahasiswa, delapan orang Menwa, tiga anggota Wanadri dan dua wartawan.
Menurut Achiruddin, bewrbagai kegiatan dilakukan Tim Ekspedisi Khatulistiwa, di antaranya menjelajahi dan memantau patok-patok perbatasan, melakukan penelitian terhadap kehidupan flora dan fauna di hutan-hutan, melakukan nkegiatan sosial budaya bagi masyarakat perbatasan dan juga mengamati kondisi keamanan negara.
Selama perjalanan, katanya, Tim juga melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang rawan bencana seperti longsor, serta meneliti kawasan-kawasan yang memiliki kandungan alam.
"Selama penjelahan di sepanjang pulau ke Sei Menggaris ditemukan lokasi yang memiliki kanduangan batu bara," katanya.
Sebagai bukti bahwa TNI selalu bertekad melestarikan wilayah perbatasan, maka tim ekspedisi khatulistiwa 2012 ini akan menggelar lagi bakti sosial sebagai bagian dari komunikasi sosial di Pulau Sebatik pada pertengahan Mei 2012. Bakti sosial saa`t sedang dilaksanakan di Kecamatan Sei Menggaris.
Ia mengataka, bakti sosial nantinya dalam bentuk penghijauan dengan menanam pohon. Pelaksanaan baksos ini akan dipusatkan di dekat patok perbatasan dengan Malaysia.
"Kemungkinan ada dilaksanakan di Aji Kuning, Sebatik," kata Kapten Marinir Mardiono, Perwira Penerangan dan Sejarah Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012.
Kementan Siapkan Bibit Padi Untuk Program TNI Manunggal Membangun Desa
”Pada 2012 ini, bantuan bibit tersebut akan disebar pada 65 titik lokasi TMMD,” kata Menteri Pertanian, Suswono dalam Rapat Koordinasi (Rakornis) TMMD di Kementan, Jakarta.
Dia mengatakan, TMMD merupakan salah satu program TNI yang positif dan sangat diperlukan oleh masyarakat dalam mempercepat pembangunan di daerah, terutama di daerah yang sangat minim sentuhan program pemerintah. ”Saya harap, program TMMD ini akan membuka akses masuknya program pemerintah lainnya, termasuk program pembangunan pertanian ke lokasi yang mungkin sangat sulit dijangkau,” jelasnya.
Sementara itu, Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan, kegiatan TMMD ini akan dilaksanakan selama 21 hari, yakni dari 23 Mei hingga 12 Juni 2012. ”Kegiatan ini dilakukan di 61 kabupaten/kota, di 70 kecamatan dan 102 desa di seluruh Indonesia dengan melibatkan 61 SSK (Satuan Setingkat Kompi) dengan 61 sasaran TMMD yang tersebar di 13 Kodam,” jelasnya.
Menurut Kasad, kegiatan fisik pada TMMD ke 88 kali ini dengan melakukan pembangunan rumah penduduk sebanyak 158 unit, jalan sepanjang 177.350 meter, jembatan 80 unit, irigasi sebanyak 13 unit, serta rehabilitasi sarana dan prasarana yang rusak, terutama daerah bencana. Sementara untuk kerja sama dengan Kementan berupa pengawalan pertanaman padi.
"Dengan pengalaman yang telah kami lakukan selama ini, kegiatan tahun ini akan dilaksanakan terutama di daerah perbatasan," jelasnya.


















