C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Kamis, Januari 26, 2012
Update : PT Kaltim Nitrate Indonesia Siap Penuhi Kebutuhan Amonium Nitrat Dalam Negeri
PT. KNI Pabrik Bahan Peledak Terbesar Se Asia
TNI Segera Mungkin Hapuskan Alat Perang Yang Sudah Tua
"Yang sudah tua tidak produktif kita hapus, yang masih bisa kita tingkatkan kemampuannya kita tingkatkan, dan pengadaan yang baru," jelas Agus di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (26/1/2012).
Agus melanjutkan, untuk melakukan peremajaan alutsista membutuhkan persiapan dan waktu yang panjang. Saat ini TNI memenuhi kebutuhan alutsista untuk kebutuhan pokok minimal.
"Kekuatan pokok minimal ini dapat dicapai dalam waktu yang lama. Kita capai dalam 3 tahapan, tahap pertama 2010-2014, kedua 2015 dan seterusnya, kita harapkan 3 tahapan itu bisa memenuhi kekuatan pokok kita," jelasnya.
Agus mengaku pada anggaran tahun-tahun belakangan ini, hingga 2014 ada anggaran yang cukup untuk melakukan perbaikan alutsista TNI.
"Untuk 2010-2014 Alhmdulillah pemerintah memberikan anggaran yang lebih banyak, semua itu kita gunakan untuk perbaikan alutsista," jelasnya.
TNI-AL Mengajak Tiga Negara Amankan Perairan Natuna
"Sampai kini terus kita jajaki kerja sama dengan tiga negara itu, mengingat perairan Natuna merupakan salah satu wilayah yang rawan perompakan," katanya, menjawab ANTARA di saat menghadiri Rapat Kerja Menteri Pertahanan dan Panglima TNI dengan Komisi I DPR di Jakarta, Selasa.
Soeparno mengemukakan tingkat kerawanan di perairan Natuna tidak terlepas dari perkembangan situasi keamanan di Selat Malaka.
"Dengan peningkatan pengamanan di Selat Malaka, melalui patroli terkoordinasi antara Indonesia, Malaysia dan Singapura, para perompak mengalihkan aksinya ke wilayah perairan Natuna," ungkapnya.
Dengan pergeseran "daerah operasi" oleh perompak itu, lanjut Kasal, maka diperlukan langkah pengamanan pula di wilayah perairan Natuna.
"Karena perairan Natuna berbatasan dengan tiga negara yakni Filipina, Vietnam dan Brunei Darussalam, maka kami mengajak mereka untuk bekerja sama. Saat ini, mereka masih dalam status sebagai peninjau. Namun kedepan, Kami akan jajaki kemungkinan untuk melakukan kerja sama patroli terkoordinasi seperti yang dilakukan di Selat Malaka," tutur Soeparno.
Berdasar data Staf Operasi Markas Besar TNI Angkatan Laut, sepanjang tahun 2010 terjadi perompakan di Selat Malaka sebanyak satu kali. Sedangkan di perairan Natuna tercatat delapan kali kejadian.
Sementara pada 2011 tercatat satu kali aksi perompakan di perairan Natuna tercatat dan tiga kali di Selat Malaka.
Pada kesempatan rapat kerja dengan Komisi I tersebut, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyampaikan gangguan keamanan laut di wilayah yurisdiksi nasional diperkirakan masih terus terjadi berupa kejadian tindak kekerasan dan kegiatan ilegal.
"Terkait itu maka digelar operasi keamanan laut yang dilakukan oleh Komando Armada RI Kawasan Barat dan Komando Armada RI Kawasan Timur selama 300 hari. Secara khusus pula dilakukan pengamanan di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia I, II dan III," katanya, menambahkan.
Sepanjang 2011 pelaksanaan operasi keamanan laut telah mampu memberikan kontribusi kepada negara melalui putusan pengadilan dalam bentuk denda kepada pemilik kapal yang melakukan pelanggaran dengan nilai Rp3,2 miliar dan menyelamatkan potensi kekayaan negara senilai Rp223,6 miliar.
Sumber : Kemhan
Prajurit TNI AD Yonif 132/BS Tuntaskan Pengamanan Perbatasan Papua
Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI dari Batalyon Infantri (Yonif) 132/Bukit Barisan (BS) itu, berada di perbatasan RI-Panua Niew Guinea (PNG) sekitar 12 bulan dan kembali ke posnya menggunakan KRI Teluk Amboina.
I Gede Sumertha atasnama Pangdam I/BB memimpin upacara militer penyambutan para prajurit tersebut.
Usai periksa gelar pasukan, I Gede Sumertha di depan ratusan prajurit dan unsur musyawarah pimpinan daerah setempat mengucapkan kebanggaan Panglima TNI atas kesetiaan serta keberanian pasukan Yonif 132/BS menjalankan tugas negara mengamankan wilayah perbatasan NKRI.
Para prajurit ini pun dinilai berhasil mengamankan pulau terluar wilayah perbatasan dan melaksanakan tugas operasi perdamaian luar negeri.
Dikatakannya, sebuah tugas bagi prajurit merupakan kehormatan, harga diri, kebanggaan serta harus siap dilaksanakan bagi kepentingan bangsa dan negara.
"Panglima TNI sangat bangga dengan prajurit yang telah gagah berani menjalankan tugas dan fungsi sesuai perannya dengan baik, profesional dan proporsional," kata Kasdam.
Dikatakannya, sepulang dari bertugas dan kembali ke Tanah Air, prajurit Yonif 132/BS diharapkan tetap menjaga iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta jaga keselamatan maupun keamanan diri selama menikmati waktu cuti yang diberikan negara.
Selama waktu cuti tersebut, Kasdam berpesan agar prajurit bisa memanfaatkan istirahat dengan berkumpul dan berinteraksi dengan orang-orang yang dicintai, keluarga dan orang tua.
"Tetap jaga kedisiplinan diri dan selesaikan kewajiban yang belum terlaksana serta persiapkan diri sejak dini untuk tugas selanjutnya yang akan diemban. Sampaikan salam kami kepada keluarga dan orang tua kalian," kata Kasdam Brigjen TNI I Gede Sumertha.
Anggaran Pertahanan Ukraina Naik 30 Persen
Demikian diumumkan bagian keuangan Kementerian Pertahanan Ukraina, Rabu (25/1/2012). Dalam rancangan anggaran tahun ini, Kemenhan Ukraina mengalokasikan dana hingga 120 juta dollar AS untuk pembelian perlengkapan militer baru dan program modernisasi berbagai alat utama sistem persenjataan yang sudah ada, dan beberapa proyek ilmiah dan desain militer.
Menurut kantor berita RIA Novosti, salah satu proyek yang akan dilakukan adalah modernisasi pesawat jet latih L-39 Albatros dan pesawat jet tempur MiG-29. Kepala bagian keuangan Kemenhan Ukraina Letnan Jenderal Yvan Marko mengatakan, totalnya ada 21 pesawat jet, lima helikopter, dan 612 kendaraan militer yang akan diperbaiki dan dimodernisasi tahun ini.
Sementara itu, daftar pesanan alutsista baru untuk Ukraina tahun ini bernilai 184 juta dollar AS, empat kali lipat lebih besar dibanding tahun lalu. Nilai pesanan sebesar itu termasuk pembuatan sebuah kapal korvet (54 juta dollar AS) dan pembangunan sistem rudal multifungsi Sapsan (13 juta dollar AS).
Anggaran militer Ukraina rata-rata berkisar 0,8 persen dari PDB-nya dalam beberapa tahun terakhir, atau masih di bawah anggaran militer negara-negara Eropa timur lainnya, yang rata-rata berada pada kisaran 1,3 persen dari PDB masing-masing.















